HUSKY
Invasi Sekutu ke Sisilia atau
Operasi Husky adalah invasi Sekutu ke
Sisilia selama
Perang Dunia II. Invasi ini merupakan operasi amfibi dan pesawat bersakala besar, diikuti dengan pertempuran darat selama enam bulan.
Husky dimulai pada malam 9 Juli 1943 dan berakhir pada 17 Agustus. Keberhasilan Sekutu dalam invasi ini menyebabkan dilancarkannya
invasi Sekutu ke Italia.
MARKET GARDEN
Operasi Market Garden, adalah operasi yang dilancarkan oleh
sekutu dibawah pimpinan Jenderal
Bernard Montgomerydari Inggris pada bulan September tahun 1944. Operasi ini bertujuan merebut dan menguasai jembatan-jembatan di garis belakang musuh (
Jermansaat itu masih menguasai
Belanda) sehingga bisa dengan mudah masuk ke Jerman melewati sungai
Rhine untuk menguasai
lembah Ruhr (pusat industri) di Jerman dengan menerjunkan ribuan
pasukan payung di negara Belanda. Dengan direbutnya pusat industri Jerman, sekutu berharap perang dapat segera berakhir sebelum tiba hari
Natal di tahun 1944.Divisi-divisi sekutu yang ditugaskan untuk menjalankan misi ini adalah 101st Airborne Division(US), 82nd Airborne Division(US), 1st Airborne Division(UK), Polish Brigade, dan 30 Corps (Divisi Tank/Kavaleri) . Dalam misi ini setiap divisi-divisi sekutu harus sudah menguasai jembatan-jembatan dalam waktu yang sangat singkat, setelah itu mereka harus mempertahankan jembatan tersebut sampai 30 Corps melewati jembatan tersebut, begitu terus sampai jembatan terakhir yang ada di Arnhem.
Secara kebetulan di wilayah Belanda ada beberapa
Divisi Panzer SS yang dikomandani oleh Field-Marshall
Walter Model yang sedang beristirahat dan awalnya ia menyangka sekutu melancarkan serbuan untuk menangkap dirinya sehingga dia mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Pada awalnya, sekutu berhasil menguasai jembatan-jembatan yang ada di daerah Nijmegen dan Eindhoven
Belanda, tetapi 1st Airborne Boys(UK) yang dipimpin oleh Col.Frost yang ditugaskan menguasai jembatan di daerah Arnhem dapat dipukul mundur oleh pasukan SS Panzer, hal ini mengakibatkan kegagalan yang fatal bagi operasi ini. Akhirnya sekutu dapat dipukul mundur dan operasi ini dianggap sebagai salah satu operasi sekutu yang gagal setelah peristiwa D-Day di Normandia selama Perang Dunia II yang diharapkan selesai sebelum hari Natal tahun 1944 tetapi ternyata masih terus berlanjut hingga menyerahnya Jerman di bulan Mei 1945. Operasi ini mengakibatkan ribuan nyawa melayang dari Divisi pasukan payung sekutu.
OVERLORD
Invasi Normandia, yang nama kodenya adalah
Operasi Overlord, adalah sebuah operasi pendaratan yang dilakukan oleh pasukan
Sekutu saat
Perang Dunia II pada tanggal
6 Juni 1944. Hingga kini Invasi Normandia merupakan
invasilaut terbesar dalam sejarah, dengan hampir tiga juta
tentaramenyeberangi
Selat Inggris dari
Inggris ke
Perancis yang diduduki oleh tentara
Nazi Jerman.
Mayoritas satuan tempur pada serangan ini adalah pasukan
Amerika Serikat,
Britania Raya, dan
Kanada.
Pasukan Kemerdekaan Perancis dan pasukan
Polandia ikut bertempur setelah fase pendaratan. Selain itu, pasukan dari
Belgia,
Cekoslowakia,
Yunani,
Belanda, dan
Norwegia juga turut serta.
[4]
Invasi Normandia dibuka dengan pendaratan
parasut dan
glider pada dini hari, serangan udara dan
artileri laut, dan pendaratan amfibi pagi hari, pada
6 Juni,
D-Day. Pertempuran untuk menguasai Normandia berlanjut selama lebih dari dua bulan, dengan kampanye untuk menembus garis pertahanan Jerman dan menyebar dari pantai yang sudah dikuasai Sekutu. Invasi ini berakhir dengan dibebaskannya
Paris, dan jatuhnya
kantong Falaisepada akhir
Agustus 1944.
[5]
BARBAROSSA
Operasi Barbarossa (
Jerman:
Unternehmen Barbarossa) adalah sebutan
invasi tentara
Nazi Jerman di
Uni Sovietpada
Perang Dunia II. Invasi ini dimulai pada tanggal
22 Juni 1941.
[10][11] Lebih dari 4,5 juta tentara dari kekuatan Axis Uni Soviet menyerbu sepanjang 2.900 km (1.800 mil).
[12]Perencanaan untuk Operasi Barbarossa dimulai pada tanggal
18 Desember
1940; rahasia persiapan dan
operasi militer itu sendiri berlangsung hampir satu tahun, dari musim semi tahun 1940 sampai musim dingin 1941.
Barbarossa adalah nama seorang
KaisarJerman pada
Abad Pertengahan.
Mula-mula pasukan
Adolf Hitler menang dengan
taktik Blitzkrieg nya, tetapi musim dingin tiba dan ini adalah sekutu terbaik
Rusia. Pasukan Jerman mampu menghancurkan pasukan-pasukan Uni Soviet namun gagal memperhitungkan kemampuan Uni Soviet untuk secara terus-menerus memperbarui dan mempersenjatai pasaukan baru. Yakin bahwa Jepang tidak akan menyerang di Timur, Stalin juga menarik pasukan Uni Soviet dari Siberia untuk mempertahankan Moskwa dan melakukan serangan balik. Pasukan Jerman dapat menekan sampai beberapa kilometer dari Moskwa, namun serangan balik Uni Soviet di tengah musim dingin akhirnya berhasil mematahkan Operasi Barbarossa. Hitler mengharapkan pukulan cepat dan tidak mempersiapkan perang yang berkelanjutan di tengah musim dingin Rusia.
TORCH
Operasi Torch (sering disebut Operasi Gymnast) adalah invasi
Amerika Serikatdan
Britania Raya ke
Afrika Utara Perancis selama
Perang Dunia II yang dimulai pada tanggal
8 November1942. Amerika Serikat dan Britania Raya memenangkan pertempuran ini.
NORDLICHT
Pengepungan Leningrad(
bahasa Rusia: блокада Ленинграда,
blokada Leningrada), pada
Perang Dunia II, berlangsung dari
8 September 1941, sampai
8 Januari 1944, merupakan
pengepungan Jerman terhadap kota
Leningrad (sekarang
St.Petersburg) di
Soviet Rusia. Pengepungan ini merupakan pengepungan terbesar dan paling berdarah dalam sejarah, menewaskan lebih dari 1 juta orang. Pihak Jerman menyebutnya
Operation Nordlicht (
Operasi Cahaya Utara).
Jerman Nazi menginvasi
Rusia dengan
Operasi Barbarossa pada
22 Juni 1941 — dan bagi
Uni Soviet, peristiwa ini merupakan awal
Perang Soviet-Jerman. Sebuah front kedua dibuka setelah Soviet mengebom beberapa kota di
Finlandia pada
25 Juni, yang mengawali Perang Soviet-Finlandia. Pada Agustus, pasukan Finlandia telah menguasai kembali
Tanah genting Karelian, mengancam Leningrad dari arah barat, dan bergerak melalui
Karelia timur
Danau Ladoga, mengancam Leningrad dari utara. Markas besar Finlandia menolak permohonan Jerman untuk menyerang dari udara terhadap Leningrad dan di selatan tidak bergerak lebih jauh dari
Sungai Svir di
Timur Karelia. Pergerakan Jerman sangat cepat dan pada September,
Wehrmacht telah menyerang Leningrad. Di utara pasukan Finlandia terus bergerak sampai mencapai Sungai
Svir pada bulan Desember 1941, 160 km timur laut Leningrad.
Karena tidak mampu atau tidak bersedia memanfaatkan keunggulan mereka, dan dengan suatu pertahanan kota yang tergesa-gesa namun cemerlang di bawah
Marshall Zhukov, tentara Jerman mengepung kota selama 900 hari. Dengan jumlah besar mereka mengepung kota, memblokade semua rute suplai ke Leningrad dan kota-kota satelitnya kecuali satu jalur tunggal pada Danau Ladoga yang dinamai
Jalan Kehidupan (
Дорога жизни dalam
bahasa Rusia,
Laatokan elämänlinja dalam
bahasa Finlandia). Mayat-mayat di dalam kota akibat tembakan-tembakan meriam dan kelaparan (khususnya pada musim dingin pertama) sangat menyedihkan, namun
Adolf Hitler tak pernah bisa mengadakan pesta kemenangannya di kota ini maupun melakukan penghancuran terencananya pada perhiasan dari peradaban Eropa ini.
EL-ALAMEIN
Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara
1 Juli dan
27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke yang titik pertahanan terakhir sebelum
Alexandria dan
Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.
Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara
23 Oktober dan
3 November 1942 sesudah
Bernard Montgomery menggantikan
Claude Auchinleck sebagai komandan
Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai "
Rubah Gurun", absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari
sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak
tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.
Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari
Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.
STALINGARD
Pertempuran Stalingrad, yang terjadi pada
21 Agustus 1942 hingga
2 Februari 1943, merupakan pertempuran sengit antara
Jerman dan sekutunya melawan
Uni Soviet, memperebutkan kota
Stalingrad (yang sekarang bernama
Volgograd), dalam
Perang Dunia II. Pertempuran ini dianggap sebagai titik balik
Perang Dunia II, dan sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak. Kedua pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan
korban warga sipil. Pertempuran ini terdiri dari beberapa fase, yaitu
pengepungan Jerman terhadap Stalingrad, pertempuran dalam kota,
serangan balik Soviet, serta pengepungan serta penghancuran kekuatan-kekuatan Poros di sekitar Stalingrad, yang ditulangpunggungi
Tentara Keenam Jerman[7][8].
Menurut perkiraan, sekitar empat puluh ribu tentara dari kedua belah pihak terbunuh dalam setiap harinya.
Fuhrer Adolf Hitler memerintahkan pasukannya agar dalam kondisi apapun, kota Stalingrad harus direbut. Akibatnya pasukan Jerman bertempur mati-matian untuk merebut kota tersebut. Namun, rakyat dan tentara di kota Stalingrad juga melakukan perlawanan yang sangat kuat sehingga pasukan Nazi dapat dihadang.
Sementara pasukannya terjebak dalam perang mati-matian di Stalingrad, Komando Tertinggi Jerman tidak menyadari bahwa Stalin telah mengumpulkan bala bantuan untuk menghancurkan pasukan Jerman dalam suatu kampanye musin dingin. Serangan balasan Uni Soviet dilancarkan pada bulan
November 1942 ketika salju mulai turun. Serangan tersebut dengan cepat menggulung pasukan
Italia,
Rumania, dan
Hungaria yang melindungi garis belakang Angkatan Darat ke-6 Jerman. Akibatnya, pasukan Jerman yang beroperasi di Stalingrad terkepung.
Sebenarnya, Jerman memiliki kesempatan untuk menarik mundur pasukannya sebelum Tentara Merah menyelesaikan kepungannya. Akan tetapi, Hitler bersikeras agar pasukannya tetap bertahan di Stalingrad dan memerintahkan
Luftwaffe (
Angkatan UdaraJerman) untuk mengirimkan perbekalan bagi mereka. Akan tetapi,
musim dingin yang ganas menghalangi usaha tersebut sehingga bantuan yang dikirimkan tidak cukup untuk memberi makan 330.000 prajurit Jerman dan sekutunya yang berada di Stalingrad.
Suatu usaha lain untuk membebaskan pasukan Jerman yang terkepung dilakukan dengan mengirimkan Tentara Grup Don pimpinan Marsekal
Erich von Manstein, salah seorang ahli strategi Jerman yang cemerlang. Akan tetapi, serangan tersebut berhasil dihentikan oleh bala bantuan Soviet yang masih segar di
Kotelnikovo. Akhirnya, ketika dihadapkan pada kemungkinan terkepung, von Manstein menarik mundur pasukannya dan meninggalkan rekan-rekannya di Stalingrad menunggu nasib.
Pada tanggal
30 Januari 1943, Tentara Merah dibawah pimpinan
Marsekal Georgy Zhukovmelancarkan serangan umum ke Stalingrad dan dengan cepat menggulung pasukan Poros yang sudah kelelahan dan menderita
kelaparan dan
penyakit. Dua hari kemudian, Marsekal
Friedrich von Paulus dan 90.000 prajuritnya yang tersisa
menyerah.
Para sejarawan menilai, kekalahan Jerman di Stalingrad merupakan awal dari kejatuhan
Nazi. Hingga kini pertempuran ini dianggap sebagai pertempuran terbesar dan paling berdarah dalam sejarah manusia. Jumlah korban jiwa diperkirakan mencapai 3 juta jiwa.
INVASI POLANDIA
Invasi Polandia tahun 1939 (di
Polandia juga disebut "
Kampanye September", "
Kampania wrześniowa," dan "
Perang Defensif 1939," "
Wojna obronna 1939 roku"; di
Jerman, "
Kampanye Polandia," "
Polenfeldzug," dinamai "
Fall Weiss," "Case White," oleh Jerman, dan kadang-kadang disebut "
Perang Polandia-Jerman 1939"), adalah invasi yang dilancarkan oleh
Jerman Nazi,
Uni Soviet, dan kontingen
Slowakia yang merupakan sebab khusus
Perang Dunia II.
Invasi
Polandia menandai dimulainya Perang Dunia II di Eropa. Sekutu Polandia,
Britania Raya,
Australia, dan
Selandia Baru,
[4] menyatakan perang kepada
Jerman pada tanggal
3 September, yang segera diikuti oleh
Perancis,
Afrika Selatan, dan
Kanada. Invasi Polandia dimulai pada tanggal
1 September 1939, satu minggu setelah penandatanganan
Pakta Molotov-Ribbentrop, dan invasi ini berakhir pada tanggal
6 Oktober 1939, setelah Jerman dan Uni Soviet menduduki seluruh Polandia. Walaupun Britania Raya dan Perancis menyatakan perang setelah Jerman menyerang Polandia, sangat sedikit aksi militer langsung yang dilakukan (lihat
Perang Phoney).
Dengan terjadinya
Insiden Gleiwitz pada tanggal
31 Agustus 1939, pada
1 September, pasukan Jerman menyerang Polandia dari utara, selatan, dan barat. Pasukan Polandia terpencar untuk melindungi perbatasan panjang mereka, dan segera mundur ke timur. Setelah kekalahan Polandia pada pertengahan September dalam
Pertempuran Bzura, tentara Polandia mulai mundur ke tenggara untuk melindungi
przedmoście rumuńskie, tempat pasukan Polandia menunggu bantuan Sekutu.
[5]
Pada tanggal
17 September 1939,
tentara Merah Soviet menyerang
daerah timur Polandia.
[6] Soviet mengambil daerah mereka sesuai dengan pembagian pada pakta Molotov-Ribbentrop.
[7] Pemerintah Polandia menyadari bahwa mempertahakan
Przedmoście rumuńskie sudah tidak berguna dan memerintahkan evakuasi ke
Rumania.
[8] Pada
1 Oktober, Jerman dan Uni Soviet berhasil menguasai seluruh Polandia, walaupun pemerintah Polandia tidak pernah menyerah.
Setelah kampanye militer September,
gerakan perlawanan dibentuk. Pasukan Polandia terus terlibat dalam operasi militer Sekutu.