BLOGGER TEMPLATES AND Google Homepages »

Jumat, 20 Mei 2011

Bell Boeing V-22 Osprey

Jangkauan yang luas, kecepatan dan fleksibilitas yang mumpuni, merupakan hal yang diinginkan oleh semua perancang pesawat. Tidak terkecuali pada V-22 ini. V-22 bukan sekedar pesawat atau helikopter biasa, akan tetapi perpaduan antara keduanya. Kecepatan dua kali lipat, jangkauan lebih jauh lima kali lipat, dan dapat terbang lebih tinggi dua kali lipat dari helikopter biasa menjadi keunggulan dari V-22 ini.
Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah diproduksinya helikopter dengan rotor vertikal dengan posisi miring yang menggabungkan kinerja sebuah helikopter dengan kecepatan tinggi dan sayap pesawat terbang. Dengan dua kali kecepatan helikopter, mampu membawa hingga 24 pasukan, atau sampai £ 20.000 (9.072 kg) internal kargo atau £ 15.000 (6.804 kg) dari luar kargo.
V-22
V-22
V-22
Mesin yang handal dan tangguh
Dua Rolls-Royce AE1107C Liberty turboshaft memasok listrik untuk mesin V-22, menghasilkan 6.150 shp (4.586 kW) untuk masing-masing. Untuk keamanan dan kestabilan penerbangan, V-22 Menyuplai transmisi ke mesin lainnya, baik secara terpisah, maupun bersama-sama ke sumber daya pada rotor.
Dirancang dengan rotor lipat dan sayap yang dapat memutar, V-22 cocok untuk terbang diatas laut. Pesawat ini juga dapat landing dan mendarat diatas kapal induk
V-22Digunakan oleh Navy Amerika Serikat untuk berbagai misi seperti pencarian pasukan dan penyelamatan, menerbangkan dan mendaratkan bantuan logistik.
Helikopter ini dibuat oleh boeing bekerjasama dengan Bell Helicopter Textron Inc. Boeing bertangung jawab atas semua subsystems, digital avionics, dan fly-by-wire flight-control system.  Sedangkan rekannya yaitu Bell Helicopter textron Inc bertanggung jawab atas sayap, transmisi, empennage, rotor system dan pemasangan mesin.
V-22
V-22
V22
Spesifikasi Teknik
V-22 Osprey Technical Specs (Neg#: M-133608-076) Powerplant
* Dua Rolls Royce AE1107C turboshaft engines6-1-2009 1-57-10 PM
* Max and intermediate, shp (kW) — 6,150 (4,586)
Rotor System
* Blades per hub — 3
* Construction — graphite/fiberglass
* Tip speed, fps (mps) — 661.90 (201.75)
* Diameter, ft (m) — 38.08 (11.6)
* Blade folding – automatic, powered
Transmisi
* Lepas Landas VTOL, Normal Power 4570 rhp
* Lepas Landas VTOL, Interim Power 5183 rhp
Performa @ 47,000 lbs
* Kecepatan Maksimal, SL, kts (km/h) — 250 (463)
* Max rate of climb, SL, fpm (m/m)
3,200 (975)
* Service ceiling, ft (m) — 25,000 (7,620)
* Service ceiling, one engine inop, ft (m) — 10,300 (3,139)
* HOGE, ft (m) — 5,400 (1,646)
Range
* Unrefueled mission radius with 24 troops, nm (km) — 390 (722)
* Self-deployment, nm (km) — > 2,100 (3,892) with refueling
Kru
* Kokpit — crew seats — 2/3
* Kabin — crew chief and troop seats/litters — 1 + 24/12
Dimensi — Internal
* Panjang, max, ft (m) — 20.8 (6.34)
* Lebar, max, ft (m) — 5.7 (1.74)
* Tinggi, max, ft (m) — 5.5 (1.67)
Bobot
* Lepas Landas, vertical, max, lbs — 52,600 (23,859)
* Lepas Landas, short running, max, lbs (kg)
57,000 (25,855)
* Takeoff, self-deploy mission, lbs (kg)
60,500 (27,443)
* Cargo hook, single, lbs (kg) — 10,000 (4,536)
* Cargo hook, dual, lbs (kg) — 15,000 (6,147 )
Dimensi-eksternal
* Panjang, fuselage, ft (m) — 57.33 (17.48)
* Lebar, rotors turning, ft (m) — 84.6 (25.78)
* Panjang, stowed, ft (m) — 63.1 (19.23)
* Lebar, stowed, ft (m) — 18.5 (5.64)
* Tinggi, nacelles fully vertical, ft (m) — 22.1 (6.74)
* Tinggi, vertical stabilizer, ft (m) — 17.65 (5.38)
Kapasitas Bahan Bakar
* MV-22 gals (liters) — 1,721 (6,513)
* CV-22 gals (liters) — 2,037 (7,710)
* Aux, self-deployment, gals (liters) — up to 3 tanks, each 430 (1,628)

AH-1 Cobra

ah1supercobraHelikopter AH-1W dan AH-1J seri SuperCobra merupakan helikopter hasil modifikasi dan sedikit perubahan dari versi sebelumnya yaitu AH-1 HueyCobra (“Cobra”)
Banyak helikopter yang memiliki dasar pembuatan seperti heli kobra ini, SuperCobra terdiri dari dua bagian, yaitu kursi utnuk tendem (penembak di depan dan pilot dibelakang). Yang paling penting untuk dicatat yaitu bagian luar atau eksterior heli ini berbeda dengan yang asli HueyCobra dan SuperCobra yaitu memiliki dua turbin. Sistem persenjataan SuperCobra yaitu anti peluru, kavaleri udara dan peran pengintaian bersenjata dan keunggulan lainnya dapat menyerang titik target sasaran (individu) dengan kemampuan anti peluru dan senjata anti helikopter.
ah1supercobra_3
ah1supercobra_2
SuperCobra yang dirancang untuk memberikan dukungan dan bantuan keamanan digunakan untuk berbagai jenis misi. Senjata yang dapat dipasang pada helikopter ini seperti misil anti peluru Hellfire, misil anti pesawat terbang (pengelak/tembakan pelindung), misil anti radar Sidearm, Hydra 70 roket pods, 20mm cannon pods dan 7.62mm mitralyur pods. Standar alat perang utama adalah General Electric (GE) tiga barel 20mm M197 gatling gun
ah1supercobra_5
Helikopter SuperCobra digunakan oleh satuan Marinir Amerika Serikat memiliki fungsi yang sama seperti AH-1 Cobra untuk angkatan bersenjata Amerika. Untuk SuperCobra seri AH-1J sementara ini hanya diekspor ke iran. Satuan marinir amerika mendapatkan jatah 103 helikopter superkobra seri AH-1Ws dari pemerintah atau Dephan mereka.
Sumber
Adipedia

All About AH-64 Apache

Helikopter Apache AH-64 adalah helikopter dengan 4 baling-baling, dua mesin, dan 3 roda pendaratan. Helikopter ini termasuk ke dalam golongan helikopter penyerang (serbu) yang dioperasikan oleh 2 orang kru. Heli Apache ini dikembangkan sebagai Model 77 oleh Hughes Helicopter untuk angkatan bersenjata Amerika Serikat menggantikan AH-1 Cobra. Pertama kali terbang pada 1 oktober 1975, AH-64 memiliki kemampuan sensor untuk mengambil alih target dan pengelihatan malam hari (night vision systems).
Persenjataan pada heli ini juga cukup mumpuni yaitu Chain Gun M230 30 mm yang terletak diantara roda pendaratan utama. AH-64 juga dilengkapi dengan mixture AGM-114 Hellfire dan Hydra 70 rocket pods.
Angkatan bersenjata Amerika memilih AH-64 dari pada Bell YAH-63 pada tahun 1976. Angkatan bersenjata Amerika memberikan kontrak pra produksi kepada Hughes Helicopter untuk membuat 2 unit AH-64. Pada tahun 1982 pihak angkatan bersenjata menyetujui produksi masal heli ini. McDonnel Douglas melanjutkan produksi dan pengembangannya setelah membeli Hughes Helicopter dari Summa Corporation pada tahun 1984. Produksi pertama AH-64D Apache Longbow dikirimkan ke angkatan bersenjata pada bulan maret 1997. dan pada bulan agustus 1997 Boeing dan McDonell Douglas bergabung untuk menjadi Boeing Company. Sekarang produksi AH-64 ini dilanjutkan oleh divisi Boeing Integrated Defense Systems.
Desain
Sumber tenaga AH-64 ini berasal dari 2 mesin General Electrik T700 Turboshaft. Apache memiliki empat baling-baling besar (utama) dan 4 baling-baling pada bagian ekor. Dioperasikan oleh dua orang kru heli yang mana pilot berada dibelakang dan di depan atau bawahnya adalah copilot sekaligus penembak sasaran. Helikopter dipersenjatai dengan M230 Cahain Gun 30 mm yang dapat dihubungkan dengan Helet mounted display penembak, sehingga penembak dapat menetapkan atau mengunci target tembakan. Selain itu juga dapat dikontrol dengan Acquisition and Designation System (TADS). Selain itu helikompter ini juga dapat mengangkut berbagai macam senjata seperti misil anti tank AGM-114 Hellfire, roket Hydra 70, dan AIM-92 Stinger air to air misil untuk bertahan. Heli ini didesain untuk beroperasi pada siang dan malam hari dengan menggunakan berbagai macam teknologi yang ada di dalamya seperti GPS (Global Positioning System), night vision (penglihatan malam) dll.

Apache AH-64D
Apache AH-64D
Kemampuan heli ini dalam melakukan akrobatik udara sangat luar biasa.

Apache AH-64D
Apache AH-64D

Kokpit Apache AH-64A
Kokpit Apache AH-64A

Kokpit AH-64A
Kokpit AH-64A
Sejarah Penggunaan
Amerika
Amerika menggunakan helikopter Apache ini sejak tahun 1989 di Panama, Bosnia, Kosovo dan Irak (Operasi Pembebasan Irak). selama tahun 2003 kurang lebih 200 helikopter Apache yang digunakan. Pada tahun 1989 Amerika mengunakannya pada operasi Just Cause di Panama. Heli ini memegang peranan penting disana. Sedangkan di timur tengah dugunakan pada operasi desert storm di Irak, dan Operasi pembebasan di Afghanistan.
Israel
Israel juga menggunakan helikopter ini. mereka mulai menggunakannya pada tahun 1990. Israeli Air Force (IAF) menggunakan Apache untuk menyerang target dengan menggunakan misil. heli ini digunakan untuk menyerang Hizbullah di Libanon pada tahun 90-an. Pada suatu ketika pesawat Libanon yaitu Cessna dengan RUPS-114 terbang ke Israel. disana ia bertemu dengan 2 helikopter AH-64 milik Israel. Helikopter itu menmbak pesawat itu dan salah satunya mengenainya dan membunuh kru pilotnya.
helikopter ini juga digunakan selama Intifada Al-Aqsa. Angkatan udara Israel menggunakan heli ini untuk membunuh Syeikh Ahmed Yasin
Selain itu masih banyak negara pengguna helikopter Apache AH-64 ini seperti Inggris, belanda Jepang, Singapura, Uni Emirat Arab dll. Varian heli ini antara lain.
1. AH_64A
2 AH-64B
3.AH-64C
4.AH-64D
Spesifikasi:
Karakteristik umum:
* Kru: 2: pilot, CPG (co-pilot/gunner)
* Panjang: 58.17 ft (17.73 m) (with both rotors turning)
* Diameter baling-baling: 48 ft 0 in (14.63 m)
* Tinggi: 12.7 ft (3.87 m)
* Disc area: 1,809.5 ft² (168.11 m²)
* Berat kosong: 11,387 lb (5,165 kg)
* Berat isi: 17,650 lb (8,000 kg)
* Max takeoff weight (MTOW): 23,000 lb (10,433 kg)
* Kekuatan: 2× General Electric T700-GE-701 and later upgraded to T700-GE-701C (1990-present) & T700-GE-701D (AH-64D block III) turboshafts, -701: 1,690 shp, -701C: 1,890 shp, -701D: 2,000 shp (-701: 1,260 kW, -701C: 1,490 kW, -701D: 1,490 kW) each
* panjang rangka: 49 ft 5 in (15.06 m)
* sistem baling-baling: 4 blade main rotor, 4 blade tail rotor in non-orthogonal alignment
Performa
* Kecepatan yg tidak boleh dilampaui: 197 knots (227 mph, 365 km/h)
* Kecepatan maksimal : 158 knots (182 mph, 293 km/h)
* Kecepatan jelajah: 143 knots (165 mph, 265 km/h)
* Radius tempur: 260 nmi (300 mi, 480 km)
* Ferry range: 1,024 nmi (1,180 mi, 1,900 km)
* Service ceiling: 21,000 ft (6,400 m)
* Rate of climb: 2,500 ft/min (12.7 m/s)
* Disc loading: 9.80 lb/ft² (47.90 kg/m²)
* Power/mass: 0.18 hp/lb (310 W/kg)
Persenjataan
* Senjata: 1× 30×113 mm (1.18×4.45 in) M230 cannon, 1,200 rounds
* Roket: Roket Hydra 70 FFAR
* Misil: kombinasi AGM-114 Hellfire, AIM-92 Stinger, dan AIM-9 Sidewinder

Source
Adipedia

Minggu, 24 April 2011

Lockheed Martin F-35 Lighting

Lockheed Martin F-35 Lighting II (Joint Strike Fighter) Cutway
Click image for the full size image




F-35B: What Makes it Fly
From Popular Science

Lift Fan
Whereas conventional jet fighters need up to 3,000 feet of runway to take off, the F-35B pilot simply pushes the throttle forward and is airborne in less than 500 feet. A computer controls the lift fan, which pushes cold air down, causing the jet to float up. The air also prevents hot exhaust from entering the lift fan and stalling the engine. As the F-35B approaches 288 mph, the wings produce enough lift to let the fan disengage.

Engine
Behind the jet’s supersonic speed is the Pratt & Whitney F135 turbofan. During liftoff, the rear exhaust nozzle rotates to direct the engine’s thrust downward, while a drive shaft in front of the engine turns the lift fan.

Roll Nozzles
On the underside of each wing, two computer-controlled roll nozzles channel a small amount of thrust from the engine to stabilize the airplane and keep it from rolling out of control.

Stealth
A precisely shaped body deflects enemy radar signals away from the aircraft instead of back toward the source. An internal weapons bay further minimizes the jet’s radar “signature.”

Jumat, 11 Maret 2011

Operasi selama PD II

HUSKY
Invasi Sekutu ke Sisilia atauOperasi Husky adalah invasi Sekutu ke Sisilia selama Perang Dunia II. Invasi ini merupakan operasi amfibi dan pesawat bersakala besar, diikuti dengan pertempuran darat selama enam bulan.
Husky dimulai pada malam 9 Juli 1943 dan berakhir pada 17 Agustus. Keberhasilan Sekutu dalam invasi ini menyebabkan dilancarkannya invasi Sekutu ke Italia.





MARKET GARDEN

Operasi Market Garden, adalah operasi yang dilancarkan olehsekutu dibawah pimpinan Jenderal Bernard Montgomerydari Inggris pada bulan September tahun 1944. Operasi ini bertujuan merebut dan menguasai jembatan-jembatan di garis belakang musuh (Jermansaat itu masih menguasaiBelanda) sehingga bisa dengan mudah masuk ke Jerman melewati sungai Rhine untuk menguasai lembah Ruhr (pusat industri) di Jerman dengan menerjunkan ribuan pasukan payung di negara Belanda. Dengan direbutnya pusat industri Jerman, sekutu berharap perang dapat segera berakhir sebelum tiba hari Natal di tahun 1944.Divisi-divisi sekutu yang ditugaskan untuk menjalankan misi ini adalah 101st Airborne Division(US), 82nd Airborne Division(US), 1st Airborne Division(UK), Polish Brigade, dan 30 Corps (Divisi Tank/Kavaleri) . Dalam misi ini setiap divisi-divisi sekutu harus sudah menguasai jembatan-jembatan dalam waktu yang sangat singkat, setelah itu mereka harus mempertahankan jembatan tersebut sampai 30 Corps melewati jembatan tersebut, begitu terus sampai jembatan terakhir yang ada di Arnhem.
Secara kebetulan di wilayah Belanda ada beberapa Divisi Panzer SS yang dikomandani oleh Field-Marshall Walter Model yang sedang beristirahat dan awalnya ia menyangka sekutu melancarkan serbuan untuk menangkap dirinya sehingga dia mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Pada awalnya, sekutu berhasil menguasai jembatan-jembatan yang ada di daerah Nijmegen dan Eindhoven Belanda, tetapi 1st Airborne Boys(UK) yang dipimpin oleh Col.Frost yang ditugaskan menguasai jembatan di daerah Arnhem dapat dipukul mundur oleh pasukan SS Panzer, hal ini mengakibatkan kegagalan yang fatal bagi operasi ini. Akhirnya sekutu dapat dipukul mundur dan operasi ini dianggap sebagai salah satu operasi sekutu yang gagal setelah peristiwa D-Day di Normandia selama Perang Dunia II yang diharapkan selesai sebelum hari Natal tahun 1944 tetapi ternyata masih terus berlanjut hingga menyerahnya Jerman di bulan Mei 1945. Operasi ini mengakibatkan ribuan nyawa melayang dari Divisi pasukan payung sekutu.

OVERLORD
Invasi Normandia, yang nama kodenya adalah Operasi Overlord, adalah sebuah operasi pendaratan yang dilakukan oleh pasukanSekutu saat Perang Dunia II pada tanggal 6 Juni 1944. Hingga kini Invasi Normandia merupakan invasilaut terbesar dalam sejarah, dengan hampir tiga juta tentaramenyeberangi Selat Inggris dariInggris ke Perancis yang diduduki oleh tentara Nazi Jerman.
Mayoritas satuan tempur pada serangan ini adalah pasukanAmerika SerikatBritania Raya, dan KanadaPasukan Kemerdekaan Perancis dan pasukan Polandia ikut bertempur setelah fase pendaratan. Selain itu, pasukan dari Belgia,CekoslowakiaYunaniBelanda, dan Norwegia juga turut serta.[4]
Invasi Normandia dibuka dengan pendaratan parasut dan glider pada dini hari, serangan udara dan artileri laut, dan pendaratan amfibi pagi hari, pada 6 JuniD-Day. Pertempuran untuk menguasai Normandia berlanjut selama lebih dari dua bulan, dengan kampanye untuk menembus garis pertahanan Jerman dan menyebar dari pantai yang sudah dikuasai Sekutu. Invasi ini berakhir dengan dibebaskannya Paris, dan jatuhnya kantong Falaisepada akhir Agustus 1944.[5]

BARBAROSSA
Operasi Barbarossa (Jerman:Unternehmen Barbarossa) adalah sebutaninvasi tentara Nazi Jerman di Uni Sovietpada Perang Dunia II. Invasi ini dimulai pada tanggal 22 Juni 1941.[10][11] Lebih dari 4,5 juta tentara dari kekuatan Axis Uni Soviet menyerbu sepanjang 2.900 km (1.800 mil). [12]Perencanaan untuk Operasi Barbarossa dimulai pada tanggal18 Desember 1940; rahasia persiapan danoperasi militer itu sendiri berlangsung hampir satu tahun, dari musim semi tahun 1940 sampai musim dingin 1941.
Barbarossa adalah nama seorang KaisarJerman pada Abad Pertengahan.
Mula-mula pasukan Adolf Hitler menang dengan taktik Blitzkrieg nya, tetapi musim dingin tiba dan ini adalah sekutu terbaikRusia. Pasukan Jerman mampu menghancurkan pasukan-pasukan Uni Soviet namun gagal memperhitungkan kemampuan Uni Soviet untuk secara terus-menerus memperbarui dan mempersenjatai pasaukan baru. Yakin bahwa Jepang tidak akan menyerang di Timur, Stalin juga menarik pasukan Uni Soviet dari Siberia untuk mempertahankan Moskwa dan melakukan serangan balik. Pasukan Jerman dapat menekan sampai beberapa kilometer dari Moskwa, namun serangan balik Uni Soviet di tengah musim dingin akhirnya berhasil mematahkan Operasi Barbarossa. Hitler mengharapkan pukulan cepat dan tidak mempersiapkan perang yang berkelanjutan di tengah musim dingin Rusia.

TORCH
Operasi Torch (sering disebut Operasi Gymnast) adalah invasi Amerika Serikatdan Britania Raya ke Afrika Utara Perancis selamaPerang Dunia II yang dimulai pada tanggal 8 November1942. Amerika Serikat dan Britania Raya memenangkan pertempuran ini.

NORDLICHT

Pengepungan Leningrad(bahasa Rusia: блокада Ленинграда, blokada Leningrada), pada Perang Dunia II, berlangsung dari 8 September 1941, sampai 8 Januari 1944, merupakanpengepungan Jerman terhadap kotaLeningrad (sekarang St.Petersburg) di Soviet Rusia. Pengepungan ini merupakan pengepungan terbesar dan paling berdarah dalam sejarah, menewaskan lebih dari 1 juta orang. Pihak Jerman menyebutnya Operation Nordlicht (Operasi Cahaya Utara).
Jerman Nazi menginvasi Rusia dengan Operasi Barbarossa pada 22 Juni 1941 — dan bagi Uni Soviet, peristiwa ini merupakan awal Perang Soviet-Jerman. Sebuah front kedua dibuka setelah Soviet mengebom beberapa kota di Finlandia pada 25 Juni, yang mengawali Perang Soviet-Finlandia. Pada Agustus, pasukan Finlandia telah menguasai kembali Tanah genting Karelian, mengancam Leningrad dari arah barat, dan bergerak melalui Karelia timur Danau Ladoga, mengancam Leningrad dari utara. Markas besar Finlandia menolak permohonan Jerman untuk menyerang dari udara terhadap Leningrad dan di selatan tidak bergerak lebih jauh dari Sungai Svir di Timur Karelia. Pergerakan Jerman sangat cepat dan pada September, Wehrmacht telah menyerang Leningrad. Di utara pasukan Finlandia terus bergerak sampai mencapai Sungai Svir pada bulan Desember 1941, 160 km timur laut Leningrad.
Karena tidak mampu atau tidak bersedia memanfaatkan keunggulan mereka, dan dengan suatu pertahanan kota yang tergesa-gesa namun cemerlang di bawah Marshall Zhukov, tentara Jerman mengepung kota selama 900 hari. Dengan jumlah besar mereka mengepung kota, memblokade semua rute suplai ke Leningrad dan kota-kota satelitnya kecuali satu jalur tunggal pada Danau Ladoga yang dinamai Jalan Kehidupan (Дорога жизни dalam bahasa RusiaLaatokan elämänlinja dalam bahasa Finlandia). Mayat-mayat di dalam kota akibat tembakan-tembakan meriam dan kelaparan (khususnya pada musim dingin pertama) sangat menyedihkan, namun Adolf Hitler tak pernah bisa mengadakan pesta kemenangannya di kota ini maupun melakukan penghancuran terencananya pada perhiasan dari peradaban Eropa ini.

EL-ALAMEIN
Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara 1 Juli dan 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke yang titik pertahanan terakhir sebelum Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.
Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara23 Oktober dan 3 November 1942 sesudahBernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai "Rubah Gurun", absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyaktank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.
Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.

STALINGARD
Pertempuran Stalingrad, yang terjadi pada 21 Agustus 1942 hingga2 Februari 1943, merupakan pertempuran sengit antara Jerman dan sekutunya melawan Uni Soviet, memperebutkan kota Stalingrad (yang sekarang bernama Volgograd), dalamPerang Dunia II. Pertempuran ini dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II, dan sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak. Kedua pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil. Pertempuran ini terdiri dari beberapa fase, yaitu pengepungan Jerman terhadap Stalingrad, pertempuran dalam kota, serangan balik Soviet, serta pengepungan serta penghancuran kekuatan-kekuatan Poros di sekitar Stalingrad, yang ditulangpunggungi Tentara Keenam Jerman[7][8].
Menurut perkiraan, sekitar empat puluh ribu tentara dari kedua belah pihak terbunuh dalam setiap harinya. Fuhrer Adolf Hitler memerintahkan pasukannya agar dalam kondisi apapun, kota Stalingrad harus direbut. Akibatnya pasukan Jerman bertempur mati-matian untuk merebut kota tersebut. Namun, rakyat dan tentara di kota Stalingrad juga melakukan perlawanan yang sangat kuat sehingga pasukan Nazi dapat dihadang.
Sementara pasukannya terjebak dalam perang mati-matian di Stalingrad, Komando Tertinggi Jerman tidak menyadari bahwa Stalin telah mengumpulkan bala bantuan untuk menghancurkan pasukan Jerman dalam suatu kampanye musin dingin. Serangan balasan Uni Soviet dilancarkan pada bulan November 1942 ketika salju mulai turun. Serangan tersebut dengan cepat menggulung pasukan ItaliaRumania, dan Hungaria yang melindungi garis belakang Angkatan Darat ke-6 Jerman. Akibatnya, pasukan Jerman yang beroperasi di Stalingrad terkepung.
Sebenarnya, Jerman memiliki kesempatan untuk menarik mundur pasukannya sebelum Tentara Merah menyelesaikan kepungannya. Akan tetapi, Hitler bersikeras agar pasukannya tetap bertahan di Stalingrad dan memerintahkan Luftwaffe (Angkatan UdaraJerman) untuk mengirimkan perbekalan bagi mereka. Akan tetapi, musim dingin yang ganas menghalangi usaha tersebut sehingga bantuan yang dikirimkan tidak cukup untuk memberi makan 330.000 prajurit Jerman dan sekutunya yang berada di Stalingrad.
Suatu usaha lain untuk membebaskan pasukan Jerman yang terkepung dilakukan dengan mengirimkan Tentara Grup Don pimpinan Marsekal Erich von Manstein, salah seorang ahli strategi Jerman yang cemerlang. Akan tetapi, serangan tersebut berhasil dihentikan oleh bala bantuan Soviet yang masih segar di Kotelnikovo. Akhirnya, ketika dihadapkan pada kemungkinan terkepung, von Manstein menarik mundur pasukannya dan meninggalkan rekan-rekannya di Stalingrad menunggu nasib.
Pada tanggal 30 Januari 1943, Tentara Merah dibawah pimpinan Marsekal Georgy Zhukovmelancarkan serangan umum ke Stalingrad dan dengan cepat menggulung pasukan Poros yang sudah kelelahan dan menderita kelaparan dan penyakit. Dua hari kemudian, Marsekal Friedrich von Paulus dan 90.000 prajuritnya yang tersisa menyerah.
Para sejarawan menilai, kekalahan Jerman di Stalingrad merupakan awal dari kejatuhanNazi. Hingga kini pertempuran ini dianggap sebagai pertempuran terbesar dan paling berdarah dalam sejarah manusia. Jumlah korban jiwa diperkirakan mencapai 3 juta jiwa.

INVASI POLANDIA
Invasi Polandia tahun 1939 (diPolandia juga disebut "Kampanye September", "Kampania wrześniowa," dan "Perang Defensif 1939," "Wojna obronna 1939 roku"; di Jerman, "Kampanye Polandia," "Polenfeldzug," dinamai "Fall Weiss," "Case White," oleh Jerman, dan kadang-kadang disebut "Perang Polandia-Jerman 1939"), adalah invasi yang dilancarkan oleh Jerman NaziUni Soviet, dan kontingenSlowakia yang merupakan sebab khusus Perang Dunia II.
Invasi Polandia menandai dimulainya Perang Dunia II di Eropa. Sekutu Polandia, Britania RayaAustralia, dan Selandia Baru,[4] menyatakan perang kepada Jerman pada tanggal 3 September, yang segera diikuti oleh PerancisAfrika Selatan, dan Kanada. Invasi Polandia dimulai pada tanggal 1 September 1939, satu minggu setelah penandatangananPakta Molotov-Ribbentrop, dan invasi ini berakhir pada tanggal 6 Oktober 1939, setelah Jerman dan Uni Soviet menduduki seluruh Polandia. Walaupun Britania Raya dan Perancis menyatakan perang setelah Jerman menyerang Polandia, sangat sedikit aksi militer langsung yang dilakukan (lihat Perang Phoney).
Dengan terjadinya Insiden Gleiwitz pada tanggal 31 Agustus 1939, pada 1 September, pasukan Jerman menyerang Polandia dari utara, selatan, dan barat. Pasukan Polandia terpencar untuk melindungi perbatasan panjang mereka, dan segera mundur ke timur. Setelah kekalahan Polandia pada pertengahan September dalam Pertempuran Bzura, tentara Polandia mulai mundur ke tenggara untuk melindungi przedmoście rumuńskie, tempat pasukan Polandia menunggu bantuan Sekutu.[5]
Pada tanggal 17 September 1939tentara Merah Soviet menyerang daerah timur Polandia.[6] Soviet mengambil daerah mereka sesuai dengan pembagian pada pakta Molotov-Ribbentrop.[7] Pemerintah Polandia menyadari bahwa mempertahakanPrzedmoście rumuńskie sudah tidak berguna dan memerintahkan evakuasi keRumania.[8] Pada 1 Oktober, Jerman dan Uni Soviet berhasil menguasai seluruh Polandia, walaupun pemerintah Polandia tidak pernah menyerah.
Setelah kampanye militer September, gerakan perlawanan dibentuk. Pasukan Polandia terus terlibat dalam operasi militer Sekutu.